Tata Kelola Kas RSUD Kardinah Bermasalah

| Keuangan Daerah | 06 Oktober 2018 | 232
Foto: Rumah Sakit Umum Kardinah, Kota Tegal

Jurnaljateng.com, Kota Tegal - Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tegal tahun 2017 pada Neraca ( Audited ) per 31 Desember 2017 menyajikan saldo kas sebesar Rp107.777.909.560,48 atau turun sebesar 5,60% dari saldo kas per 31 Desember 2016 sebesar Rp114.171.097.650,00.

Hasil pemeriksaan BPK RI atas pengelolaan kas tahun 2017 pada Pemerintah Kota Tegal diketahui masih terdapat pengelolaan kas yang tidak sesuai ketentuan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengelolaan kas pada RSUD Kardinah. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tegal TA 2017 (Audited), sisa kas di RSUD Kardinah adalah sebesar Rp482.086.668,05. Sisa kas tersebut merupakan sisa kas di rekening Bank Jateng Nomor 1-004-02114-3 atas nama RSU Kardinah sebesar Rp446.868.992,00 dan di rekening Bank Mandiri Nomor 139-00-0035606-7 atas nama RSUD Kardinah Kota Tegal sebesar Rp35.217.676,05.

Hasil pemeriksaan dokumen dan wawancara dengan Bendahara Pengeluaran atas pengelolaan kas di RSUD Kardinah, diketahui bahwa terdapat kas sebesar Rp75.000.000,00 yang dikelola oleh Bendahara namun bukan merupakan uang RSUD Kardinah.

Uang tersebut merupakan uang dari penyisihan pemotongan uang jasa pelayanan atas 17 pegawai struktural RSUD Kardinah yang sedianya digunakan untuk mengembalikan hutang ke koperasi karyawan RSUD yaitu Koperasi Setia Kawan Kardinah.

Hutang tersebut digunakan untuk pengembalian kerugian daerah atas temuan BPK pada LKPD TA 2016. Berdasarkan keterangan Bendahara Pengeluaran, uang tersebut diterima dua kali, pertama pada tanggal 17 Juli 2017 sebesar Rp50.000.000,00 dan 4 Agustus 2017 sebesar Rp25.000.000,00.

Uang tersebut diberikan oleh Kepala Seksi Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Tahun 2017, Sdr. AJ. Pemakaian uang tersebut dipakai untuk uang muka kegiatan atau kas bon dinas pada kegiatan-kegiatan RSUD, antara lain digunakan untuk uang muka kegiatan diklat, pembelian snack rapat, pembelian BBM, dan pembelian mesin potong rumput.

Apabila kegiatan tersebut sudah selesai dan ada pertanggungjawabannya,  maka pencatatan di Buku Kas Umum (BKU) sesuai nilai yang dipertanggungjawabkan, dan atas uang muka kegiatan tersebut dikembalikan oleh penerimanya ke Bendahara Pengeluaran. Posisi per 18 April 2018 pada saat pemeriksaan, uang tersebut masih digunakan untuk uang muka kegiatan sebesar Rp71.670.050,00 dan kas tunai di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp3.329.950,00.

Masukkan kata kunci...

Social Links