Titin Lutfiatin: Mengabdi Dengan Sepenuh Hati

| Pemilu 2019 | 13 November 2018 | 551
Foto: Mengenal lebih dekat Titin Lutfiatin, Calon Anggota DPRD Kab. Brebes

Jurnaljateng.com, Kabupaten Brebes - Mari mengenal lebih dekat Titin Lutfiatin. Beliau merupakan Calon Anggota DPRD Kabupaten Brebes Dapil 2 melingkupi Kecamatan Sirampog, Tonjong, Bumiayu dan Paguyangan, dengan nomor urut tiga (No 3) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Titin sendiri memulai karir di bidang politik tergolong baru, tapi tidak perlu diragukan lagi atas konsistensi dalam pengabdiannya di masyarakat. Perempuan kelahiran asli Brebes, 20 Mei 1971 ini, tidak hanya aktif di sosial masyarakat tapi juga di berbagai macam kegiatan. Titin memberanikan diri pada tahun 2019 maju sebagai peserta calon legislatif di Kabupaten Brebes sudah tercatat secara resmi di KPUD Brebes. Kepercayaan yang diperoleh dari organisasi Fatayat NU cabang Brebes serta masyarakat sekitar untuk menjadi srikandi yang nantinya membawa kabaupaten Brebes lebih bermartabat menjadi hal yang paling mendorong ia terjun didunia politik. Oleh karenanya, kepercayaan yang sudah di terimanya tersebut menjadi semangat tersendiri bagi Titin untuk tetap mengabdi bagi masyarakat di kabupaten Brebes.

Ayahnya Alm. K.H. Royani termasuk orang yang aktif dalam kepemimpinan, yang dari ayahnya Titin banyak belajar soal kepemimpinan. Tecatat tahun 1990 ayahya menduduki jabatan struktual di NU Brebes sebagi Ketua, selain itu Alm. K.H. Royani juga menantu dari kiai sesepuh Pondok Pesanten Al-Hikmah Benda Kecamatan Sirampog kabupaten Brebes, yakni K.H. Sukhemi. Hj. Masadah biasa disapa Nyai Bibah yakni Ibunda tercita dari Titin, ibunya juga tergolong aktif di dunia sosial kegamaan. Pasalnya beliau termasuk pendiri dan pengelola majlis mujahadah Maslakhatul Ummah bersama K.H. Subhkan. Hal itulah yang menjadikan Titin meniru jejak langkah orang tuanya.

Latar belakang pendidikan yang kental dengan nuansa religius, Titin tumbuh sebagai anak yang sholehah dan mendapatkan pendidikan yang diberikan oleh kedua orang tuanya secara islami, hal ini bisa didapat oleh Titin karena orang tuanya yang juga salah satu orang berpengaruh dikabupaten Brebes karena komitmenya atas pengbdian kepada masyarakat.

Anak keempat dari sebelas bersaudara ini, Titin di asuhan dan mendapatkan yang kental dengan pendidikan islami. Ia menempa pendidikan dasarnya di SD Negri 01 Luwungragi lulus ditahun 1984, dimasa SD nya, Titin sudah aktif didalam dunia tulis menulis karena kegemarannya, ia juga ikut dan cukup sering menulis puisi di eksternal sekolah dasarnya. Setelah selesainya di pendidikan tingkat dasarnya, Titin melanjutkan pendidikan tingkat menengahnya di Madrasah Tsanawiyah Negri Model Brebes dan lulus pada tahun 1987. Rampung menempuh pendidikan di tingkat menengah, Titiin mendapat arahan untuk menempat di pesanten oleh ayahnya Alm. K.H. Royani.

Madrasah Aliyah Negri (MAN) Babakan Tegal menjadi pilihanya untuk pendidikan tingkat atasnya, selain mendapatkan pendidikan di sekolahnya, Titin juga tidak terlepas dari kegiataan keagamaan di pesantrenya dan lulus pada tahun 1990. Dibawah asuhan Alm. K.H. Abdul Malik dan K.H. Muslikhun, Titin banyak mendapat pengajaran secara langsung oleh kiai-kiai tersebut.

Dari pendidikan yang di dapat oleh Titin, menunjukan sangat kental dengan nuansa kegamaan. Tidak berhenti pada sekolah tingkat atas di MAN Tegal Babakan, Titin satu tahun menempat pendidikan pesantren di daerah Cirebon dibawah asuhan Alm. K.H. Abu Bakar, dipesantren Tanfids Gedongan Cirebon tahun 1990 sampai dengan tahun 1991. Selesai menempa pendidikan di sekolah umum dan pesantren, Titin melanjutkan pendidikan lanjutnya di Perguruan tinggi IAIN Walinsongo Pekalongan selama hampir kurang lebi 4 tahun setengah. Titin juga aktif dibeberapa organisasi ekternal kampus seprti Mahaiswa pecinta Alam (MAPALA), Senat serta kegiatan-kegiatan yang mengasah jiwa kepemimpinannya. Program studi yang dipilih semasa kuliahnya yakni Pengadilan Agama (PA), hal ini juga menjadi bekal bagi Titin untuk menjadi perempuan yang berpengaruh dikabupaten Brebes dengan latar belakang keilmuan yang jelas.

Karir di organisasi FATAYAT NU sendiri dimulai sejak tahun 2006, dan tahun sekarang dipercaya sebagai sekretaris Cabang FATAYAT NU Brebes. Kajian-kajian yang dibahas FATAYAT sendiri, selain membahas soal Ahlussunah Waljamah juga membahas materi politik, seperti salah satu programnya tentang Siasah Perempuan Aswaja (SPAS). Hal ini juga yang menjadi daya bagi Titin untuk siap menjadi peserta kontestasi pada pemilu 2019 nanti. Selain program SPAS FATAYAT orgaisasi yang di masukinnya juga memiliki beberapa program yang membantu peran pemerintah daerah seperti, Gerakan Kembali Bersekolah dan GELATIK serta program dan kegiatan lainnya.

Titin sendiri tercatat aktif sebagi ketua di Forum Masyarakat Peduli Pendidikan kecamatan Sirampog (FMPP), hal ini selaras dengan Gerakan Kembali bersekolah. Program ini dikhusukan pada pengabdiannya keada masyarakat untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan meminimalisir angka buta huruf di masyarakat khususnya, serta anak-anak yang belum bersekolah. Berbagi kegiatan GELATIK atau Gerakan Perlindungan Anak Indonesia dari Tindakan kekerasan, masif digerakkan oleh FATAYAT Brebes. Tidak hanya aktif di FATAYAT NU Brebes, istri dari Munfarid, pria kelahiran Desa Benda Kecaamtan sirampog ini juga tidak melalaikan tugasnya sebagai istri yang harus mengurus rumah dan buah hatinya, bersama suami tercinta Titin dikaruniai 4 anak.

Motivasi untuk menjadi kandidat pada pemilu legislatif di tahun 2019 sendiri, karena banyaknya dukungangan dan dorongan terhadap dirinya. Karena melihat keaktifannya di FATAYAT serta memiliki komitmen untuk semata-mata mengabdikannya kepada masyarakat, ia memilih jalur dipolitik untuk bisa mengakomodir kepentingan masyarakat pada umumnya.

Melihat pada berbagai kasus soal pendiskreditan yang menjadikan perempuan sebagi objek kekerasan misalnya atau, kurang diakui hak azasi manusianya menjadi spektrum tersendiri bagi Titin untuk membuktikan bahwa sebetulnya perempuan juga mampu dalam memegang kepemimpinan. Tidak hanya itu, kegelisahan akan menjamurnya politik praktik, money politic serta pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, menjadi spirit Titin untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Komitmen idealnya membawa pada kesetaraan dan merubah politk yang belum sehat menjadi politik yang lebih bermartabat, langkah konkretnya ialah memberanikan diri untuk memberikan tauladan bagi politisi pada pemilu mendatang.

Masukkan kata kunci...

Social Links