Perpustakaan Jalanan Bumiayu: Berawal Kegelisan Minat Baca Yang Rendah

| Komunitas | 02 Mei 2019 | 66
Foto: Perpus Jalanan Bumiayu

Jurnaljateng.com, - Oleh: Jinan

Ada yang cukup menarik dari daerah Bumiayu, sebuah kelompok sub culture yang dilaksanakan setiap malam minggu. Seusai melakukan aktivitas rutin sebagai mahasiswa dan pemuda pada umumnya, Adnan (Pengagas Perpus Jalanan di Bumaiyu) dan kawan-kawan terdekatnya, memiliki cara pandang yang berbeda. Melihat kebiasaan banyak anak muda yang lebih menyukai nongkrong dicafe, mendegarkan musik atau trek-trekan dijalan, Adnan dan kawan-kawan lebih memilih untuk menekuni aktivitas yang tak biasa. Hal ini ditujukan dengan menekuni ibadah dengan menjajakan Lapak Buku di emperan jalan, tempatnya di jalan Diponegoro Dukuhturi Bumiayu tepatnya disebrang jalan Gila Duren.

Mahasiswa yang baru berumur 19 tahun ini, berasal dari Purbalingga. Berawal dari kegelisahan tentang minat baca masyararakat yang masih rendah, Adnan dan kawan-kawannya ingin menawarkan sebuah solusi tentang ruang baca publik yang tidak terikat oleh apapun. Sehingga orang bisa datang, pergi dan membaca serta meminjam buku yang dijajakan sesuka hati. Melihat di kota lain sudah banyak yang mendirikan perpus jalanan, kenapa di daerah sendiri tidak. Meskipun banyak sekali hambatan seperti keterbatasan buku dan literasi yang dipunyai, serta ruang publik yang kurang memadai dengan belum tersedianya Taman kota/Alun-alun yang memungkinkan banyak orang berkumpul.

Oleh karena itu, mereka memanfaatkan ruang-ruang minim yakni Trotoar sebagi tempat untuk menjajakan lapak buku, tetapi dilema seperti itu tidak membuat mereka pesimis dengan semangat muda Adnan dan kawan-kawanya seperti Anggi, Rosita dan Farhan, mereka berkomitmen untuk melahirkan sebuah kelompok kolektive pada tanggal 22 Maret 2018, yaitu Perpus Jalanan Bumiayu . Dengan slogan “Membaca Merajut Asa” , bagi mereka membaca adalah bukan sebatas meningkatkan daya imaginier tetapi membuka ruang cita-cita kita sebagai generasi muda yang akan meneruskan segala perjuangan.

Adapun kegiatan yang di lakukan selain menyediakan lapak buku, juga menjadi media untuk sharing, diskusi, ngopi bareng dan terkadang nonton bareng. Adnan dan kawan-kawan juga mebuka pintu seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin bergabung asalkan memiliki komitmen dan hal ini ditujukan bagi masyarakat pada umumnya, karena sudah ada beberapa individu dari komunitas lain bergabung pada kegiatan yang di pelopori oleh Perpus Jalanan Bumiayu .

Harapan besarnya dari pegiat Perpus Jalanan Bumiayu , yakni mengajak masyarakat daerah untuk lebih mawas diri akan pentingnya membaca dan penanaman baca sejak usia dini. Bagi yang ingin mengetahui kegiatan seputar Perpus Jalanan Bumiayu bisa di chek akun resmi istagramnya “ perpusjalananbmy ”.

Masukkan kata kunci...

Social Links