Era Socity 5.0 Sudah Siap?.

Oleh: Fa'iq Noor Fadlillah, Ketua PAC IPNU Sirampog
| Opini | 04 Oktober 2019 | 152

Jurnaljateng.com - Istilah Revolusi Industri 4.0 sudah tidak asing lagi bagi para pelajar di Indonesia. Banyak kegiatan diskusi, seminar, workshop yang mengangkat tema tersebut. Istilah tersebut bermula ketika terjadinya revolusi industry di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industry keempat. Dapat dikatakan sebagai sebuah revolusi, karena perubahan yang terjadi memberikan efek besar terhadap ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industry 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan. Pengaruh revolusi industry 4.0 tercermin dengan adanya digitalisasi yang ada di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak digitalisasi dengan sangat cepat. Penduduknya yang banyak membuat Indonesia menurut lembaga riset digital marketing E-marketer pada tahun 2018 pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar ke-empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika.
Digitalisasi di Indonesia mengakibatkan hampir semua kegiatan sehari-hari tidak terlepas dari dunia digital. Ditambah, program internet masuk desa sedang digencarkan oleh pemerintah sehingga masyarakat semakin nyaman menikmati arus digitalisasi. Bukan hanya masyarakat yang antusisas dengan digitalisasi, namun perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dan komunitas kreatif juga menyambut baik digitalisasi.
Agenda revolusi industry 4.0 dengan berkembangnya artificial intelligence, robotic, data sciences, internet of things, cloud, bio technology, big data, drones akan membawa tatanan kehidupan tidak hanya pada kondisi 4.0, tetapi lebih maju ke masyarakat 5.0 atau yang disebut dengan society 5.0. Society 5.0 ditandai dengan digitalisasi yang bukan hanya di sector industry, tetapi masuk ke segala aspek kehidupan manusia.
Sebagai konsep yang baru, Society 5.0 akan mengubah konsep revolusi industry 4.0 yang berpotensi mendegradasi peran manusia. Society 5.0 akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia guna membuka berbagai peluang yang terkait dengan kemanusiaan. Dengan demikian unsur manusia diharapkan benar-benar mempunyai peran sentral dalam segala hal, karena pada dasarnya manusialah yang dapat membuat berbagai bentuk kemajuan dalam setiap organisasi di dunia ini.
Disadari bahwa sehebat apapun organisasi, akan menjadi kurang bahkan tidak bermakna apabila sumber daya manusianya tidak dapat berperan secara baik. Bahkan terbukti sehebat apapun sumber daya yang dimiliki oleh setiap organisasi, apabila unsur manusianya tidak dapat berperan sebagaimana mestinya, dapat dipastikan organisasi lambat laun akan mati.
Society 5.0 mengingatkan kepada semua pihak, bahwa ketika menjalankan organisasi harus dapat menerapkan kearifan yang baru, agar organisasi tersebut menjadi semakin bermanfaat bagi kehidupan, terutama yang berhubungan dengan segala bentuk kemanusiaan. Hal ini akan terjadi apabila setiap pengelola organisasi menyadari bahwa organisasi yang dikelola harus dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas. 
Terdapat empat kompetensi yang perlu dipersiapkan organisasi untuk menyambut Society 5.0, diantaranya: Leadership untuk mempersiapkan pribadi yang memiliki karakter kuat, Language skills khususnya bahasa Inggris, IT literacy karena IT menjadi ciri utama era Society 5.0, dan Writing Skils untuk menuangkan ide dan gagasan maupun inovasi baru yang dapat ditularkan kepada Society 5.0.
Kompetensi diatas dapat dimunculkan melalui organisasi-organisasi yang ada di Indonesia, agar eksistensi tetap terjaga dalam menghadapi Society 5.0. Selain itu, inovasi gerakan yang dibuat oleh setiap organisasi dalam menerapkan empat kompetensi tersebut juga dapat menjadi alternative kegiatan yang dapat menarik massa untuk bergabung dengan organisasi.

Istilah Revolusi Industri 4.0 sudah tidak asing lagi bagi para pelajar di Indonesia. Banyak kegiatan diskusi, seminar, workshop yang mengangkat tema tersebut. Istilah tersebut bermula ketika terjadinya revolusi industry di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industry keempat. Dapat dikatakan sebagai sebuah revolusi, karena perubahan yang terjadi memberikan efek besar terhadap ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industry 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan. Pengaruh revolusi industry 4.0 tercermin dengan adanya digitalisasi yang ada di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak digitalisasi dengan sangat cepat. Penduduknya yang banyak membuat Indonesia menurut lembaga riset digital marketing E-marketer pada tahun 2018 pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar ke-empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika.
Digitalisasi di Indonesia mengakibatkan hampir semua kegiatan sehari-hari tidak terlepas dari dunia digital. Ditambah, program internet masuk desa sedang digencarkan oleh pemerintah sehingga masyarakat semakin nyaman menikmati arus digitalisasi. Bukan hanya masyarakat yang antusisas dengan digitalisasi, namun perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dan komunitas kreatif juga menyambut baik digitalisasi.
Agenda revolusi industry 4.0 dengan berkembangnya artificial intelligence, robotic, data sciences, internet of things, cloud, bio technology, big data, drones akan membawa tatanan kehidupan tidak hanya pada kondisi 4.0, tetapi lebih maju ke masyarakat 5.0 atau yang disebut dengan society 5.0. Society 5.0 ditandai dengan digitalisasi yang bukan hanya di sector industry, tetapi masuk ke segala aspek kehidupan manusia.
Sebagai konsep yang baru, Society 5.0 akan mengubah konsep revolusi industry 4.0 yang berpotensi mendegradasi peran manusia. Society 5.0 akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia guna membuka berbagai peluang yang terkait dengan kemanusiaan. Dengan demikian unsur manusia diharapkan benar-benar mempunyai peran sentral dalam segala hal, karena pada dasarnya manusialah yang dapat membuat berbagai bentuk kemajuan dalam setiap organisasi di dunia ini.
Disadari bahwa sehebat apapun organisasi, akan menjadi kurang bahkan tidak bermakna apabila sumber daya manusianya tidak dapat berperan secara baik. Bahkan terbukti sehebat apapun sumber daya yang dimiliki oleh setiap organisasi, apabila unsur manusianya tidak dapat berperan sebagaimana mestinya, dapat dipastikan organisasi lambat laun akan mati.
Society 5.0 mengingatkan kepada semua pihak, bahwa ketika menjalankan organisasi harus dapat menerapkan kearifan yang baru, agar organisasi tersebut menjadi semakin bermanfaat bagi kehidupan, terutama yang berhubungan dengan segala bentuk kemanusiaan. Hal ini akan terjadi apabila setiap pengelola organisasi menyadari bahwa organisasi yang dikelola harus dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas. 
Terdapat empat kompetensi yang perlu dipersiapkan organisasi untuk menyambut Society 5.0, diantaranya: Leadership untuk mempersiapkan pribadi yang memiliki karakter kuat, Language skills khususnya bahasa Inggris, IT literacy karena IT menjadi ciri utama era Society 5.0, dan Writing Skils untuk menuangkan ide dan gagasan maupun inovasi baru yang dapat ditularkan kepada Society 5.0.
Kompetensi diatas dapat dimunculkan melalui organisasi-organisasi yang ada di Indonesia, agar eksistensi tetap terjaga dalam menghadapi Society 5.0. Selain itu, inovasi gerakan yang dibuat oleh setiap organisasi dalam menerapkan empat kompetensi tersebut juga dapat menjadi alternative kegiatan yang dapat menarik massa untuk bergabung dengan organisasi.

Istilah Revolusi Industri 4.0 sudah tidak asing lagi bagi para pelajar di Indonesia. Banyak kegiatan diskusi, seminar, workshop yang mengangkat tema tersebut. Istilah tersebut bermula ketika terjadinya revolusi industry di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industry keempat. Dapat dikatakan sebagai sebuah revolusi, karena perubahan yang terjadi memberikan efek besar terhadap ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industry 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan. Pengaruh revolusi industry 4.0 tercermin dengan adanya digitalisasi yang ada di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak digitalisasi dengan sangat cepat. Penduduknya yang banyak membuat Indonesia menurut lembaga riset digital marketing E-marketer pada tahun 2018 pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar ke-empat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika.
Digitalisasi di Indonesia mengakibatkan hampir semua kegiatan sehari-hari tidak terlepas dari dunia digital. Ditambah, program internet masuk desa sedang digencarkan oleh pemerintah sehingga masyarakat semakin nyaman menikmati arus digitalisasi. Bukan hanya masyarakat yang antusisas dengan digitalisasi, namun perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dan komunitas kreatif juga menyambut baik digitalisasi.
Agenda revolusi industry 4.0 dengan berkembangnya artificial intelligence, robotic, data sciences, internet of things, cloud, bio technology, big data, drones akan membawa tatanan kehidupan tidak hanya pada kondisi 4.0, tetapi lebih maju ke masyarakat 5.0 atau yang disebut dengan society 5.0. Society 5.0 ditandai dengan digitalisasi yang bukan hanya di sector industry, tetapi masuk ke segala aspek kehidupan manusia.
Sebagai konsep yang baru, Society 5.0 akan mengubah konsep revolusi industry 4.0 yang berpotensi mendegradasi peran manusia. Society 5.0 akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia guna membuka berbagai peluang yang terkait dengan kemanusiaan. Dengan demikian unsur manusia diharapkan benar-benar mempunyai peran sentral dalam segala hal, karena pada dasarnya manusialah yang dapat membuat berbagai bentuk kemajuan dalam setiap organisasi di dunia ini.
Disadari bahwa sehebat apapun organisasi, akan menjadi kurang bahkan tidak bermakna apabila sumber daya manusianya tidak dapat berperan secara baik. Bahkan terbukti sehebat apapun sumber daya yang dimiliki oleh setiap organisasi, apabila unsur manusianya tidak dapat berperan sebagaimana mestinya, dapat dipastikan organisasi lambat laun akan mati.
Society 5.0 mengingatkan kepada semua pihak, bahwa ketika menjalankan organisasi harus dapat menerapkan kearifan yang baru, agar organisasi tersebut menjadi semakin bermanfaat bagi kehidupan, terutama yang berhubungan dengan segala bentuk kemanusiaan. Hal ini akan terjadi apabila setiap pengelola organisasi menyadari bahwa organisasi yang dikelola harus dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas. 
Terdapat empat kompetensi yang perlu dipersiapkan organisasi untuk menyambut Society 5.0, diantaranya: Leadership untuk mempersiapkan pribadi yang memiliki karakter kuat, Language skills khususnya bahasa Inggris, IT literacy karena IT menjadi ciri utama era Society 5.0, dan Writing Skils untuk menuangkan ide dan gagasan maupun inovasi baru yang dapat ditularkan kepada Society 5.0.
Kompetensi diatas dapat dimunculkan melalui organisasi-organisasi yang ada di Indonesia, agar eksistensi tetap terjaga dalam menghadapi Society 5.0. Selain itu, inovasi gerakan yang dibuat oleh setiap organisasi dalam menerapkan empat kompetensi tersebut juga dapat menjadi alternative kegiatan yang dapat menarik massa untuk bergabung dengan organisasi.