Seknas Gusdurian Salurkan Bantuan Kepada Keluarga Petugas Pemilu Yang Gugur Dalam Tugas

| Komunitas | 21 Oktober 2019 | 97
Foto: Penyerahan bantuan kepada keluarga korban yang bertugas pada pemilu 2019

Jurnaljateng.com, Kota Tegal - Seknas Jaringan Gusdurian bekerja sama dengan kitabisa.com telah membentuk relawan untuk menyalurkan bantuan kepada ahli waris para penyelenggara pemilu yang meninggal dalam menjalankan tugas pada pemilu 2019 lalu. 

Sebagai komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, Jaringan Gusdurian turut serta mendukung penyelenggaraan pemilu 2019 secara damai dan demokratis sesuai dengan prinsip-prnsip yang diajarkan Gus Dur. Begitu pula dengan para pejuang demokrasi yang gugur dalam menjalankan tugas, kami turut berempati dan berbela sungkawa. 

Jay Akhmad, koordinator Seknas Gusdurian menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan menyalurkan santunan ke 51 korban di 34 daerah/ kabupaten di seluruh Indonesia saat dihubungi redaksi jurnaljateng.com, Minggu (20/10).

Fajar, Penggerak Jaringan Gusdurian Tegal, menyampaikan bahwa penyaluran ini berjenjang terbagi menjadi III sesi. Ia pun menuturkan bahwa dalam menjalankan tugas, relawan catatan melakukan pendokumentasian selama peyaluran bantuan, bertindak atas nama dan menjaga nama baik Jaringan Gusdurian.

“Untuk area Tegal, kami telah melakukan penyaluran sesi I. Kami akan terus berkoordinasi dengan seknas maupun relawan di daerah agar penyaluran ini berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami berharap semoga para keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan dan ketabahan pasca ditinggalkan almarhum/ almarhumah yang gugur dalam bertugas,” tutur Fajar.

Menanggapi kegiatan santunan ini, Siti Ulfah, Istri Alm. Abdul Rahman (penyelenggara pemilu Ds. Blubuk, Kec. Dukuhwaru, Kab.Tegal), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia pun mengungkapkan kecintaan kepada sosok gusdur sebagai kyai besar dan mendoakan untuk komunitas gusdurian semoga semakin bermanfaat untuk bangsa, negara dan agama.

Menutup paparannya, komunitas Gusdurian Tegal menyatakan bahwa santunan ini dipandang tidak bisa mengganti kerugian imateril keluarga, namun pihaknya berharap hal ini bisa menjadi pengingat bahwa duka keluarga yang ditinggalkan merupakan duka kita semua.

Masukkan kata kunci...

Social Links