Sampaikan IHPS I Kepada Presiden, Ketua BPK Sekaligus Pamit

Rojaul | Nasional | 19 September 2019 | 44
Foto: Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara Menyampaikan IHPS I 2019 Kepada Presiden Joko Widodo

Jurnaljateng.com, - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) periode semester I/2019 kepada Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/09/2019).

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan dari hasil laporan keuangan baik dari pemerintah pusat maupun daerah memiliki progres yang sangat baik.

“ Jadi, ada beberapa hal disampaikan terkait hasil laporan keuangan baik dari pemerintah pusat maupun dari daerah itu progresnya sangat baik, LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) maupun LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) presentasenya juga meningkat, tinggal sedikit yg belum WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Yang lainnya adalah menyampaikan hasil pemeriksaan kinerja dan secara umum semua telah kami sampaikan berikut rekomendasinya,” kata Moermahadi.

Pada kesempatan itu juga, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara bersama anggota BPK lainnya pamit kepada Presiden Jokowi.

“ Dalam kesempatan ini juga, periode BPK 2014-2019, berakhir Oktober, jadi kesempatan ini beberapa anggota dan saya pamit pada presiden bahwa kami sudah menyampaikan pemeriksaan,” kata Moermahadi.

Adapun, rekomendasi hasil pemeriksaan terhadap entitas yang diperiksa senilai Rp. BRN, Jakarta : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Rp. 305,66 triliun, periode 2005 sampai 3 Juni 2019.

Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2019, secara kumulatif sampai dengan 30 Juni 2019 rekomendasi BPK pada periode tersebut telah ditindaklanjuti entitas dengan penyerahan aset dan/atau penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan sebesar Rp 105,99 triliun.

Dari hasil pemeriksaan juga tercatat permasalahan dengan status telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi sebanyak 406.495 atau (74,6%) sebesar Rp 179,53 triliun. Sedangkan yang tidak lanjut dengan status belum sesuai rekomendasi sebanyak 106.675 atau 19,5% sebesar Rp 99,16 triliun.

Lalu, terdapat 27.659 atau 19,5% sebesar Rp 13,03 triliun berstatus belum ditindaklanjuti dan 5.184 atau 0,9% rekomendasi sebesar Rp 13,94 triliun dengan status tidak dapat ditindaklanjuti.

Masukkan kata kunci...

Social Links