Menterinya Tersandung Hibah Koni, BPK Akan Beri Rekomendasi Ke Kemenpora Terkait Hibah

Rojaul | Nasional | 19 September 2019 | 44
Foto: Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara

Jurnaljateng.com, - Pasca penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalauran dana hibah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun menyarankan penggunaan satuan kerja (satker) khusus untuk dana hibah KONI.

“Hibah sih sebenarnya boleh saja tapi untuk KONI sebaiknya memakai satker (satuan kerja) sendiri, khusus, nanti BPK merekomendasikan soal itu," kata Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Sementara itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) periode semester I/2019 dari BPK, Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri mendapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Menurut Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara lantaran adanya laporan pertanggungjawaban keuangan Kemenpora yang menjadi catatan dan tidak terkait dengan kasus hukum yang menjerat Imam Nahrawi.

"WDP Kemenpora itu tidak dikaitkan dengan (perkara suap) itu. Laporan keuangan sesuai dengan standar, kewajaran begitu kan? Jadi tidak dikaitkan dengan itu, tapi memang ada beberapa masalah pertanggungjawaban," ujar Moermahadi.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara saat menjawab pertanyaan wartawan terkait proses pemberian hibah dari Kemenpora kepada KONI yang telah menjerat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawai sebagai tersangka.

Imam Nahrowi ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018. Imam diduga menerima suap dengan nilai total Rp26,5 miliar yang merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora, sehingga total dugaan penerimaan uang sebesar Rp 26.5 miliar.

Masukkan kata kunci...

Social Links