Dipanggil Jokowi, Siti Nurbaya Bicara Melanjutkan Tugas

Rojaul | Nasional | 22 Oktober 2019 | 31
Foto: Mantan Menteri LHK Siti Nurbaya

Jurnaljateng.com, - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada masa Kabinet Kerja, Siti Nurbaya Bakar, menjadi salah satu menteri Kabinet Kerja yang ikut dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10) siang.

“Ya, dipercaya, saya kira itu suatu penghargaan dan kehormatan yang luar biasa. Bahwa jabatan itu adalah kepercayaan, sejak saya jadi pegawai itu doktrinnya begitu bahwa jabatan itu adalah kepercayaan untuk mempermudah kerja atasan,” kata Siti Nurbaya kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Jokowi.

Menurut Siti Nurbaya, dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mengarahkan dan mengingatkan  key performance indicator atau KPI Presiden atau pemerintah yang sekarang. Yang utama adalah pertama persoalan defisit neraca berjalan yang harus diselesaikan dan harus mendapatkan kontribusi dari segala sektor.

“Ini artinya terkait dengan investasi dan ekspor. Dan mengurangi atau mengembangkan substitusi impor supaya impornya kurang,” ujar Siti.

Yang kedua, berkaitan dengan lapangan kerja. Dalam kaitan ini, menurut Siti Nurbaya, dukungan dari beberapa sektor tertentu menjadi sangat penting, khususnya di Kehutanan dan Lingkungan Hidup atau LHK.

“Dukungan sangat besar untuk lapangan kerja ini misalnya dari perkebunan-perkebunan tebu atau pangan atau juga HTI (Hutan Tanaman Industri)-HTI mini, hutan-hutan rakyat dan hutan sosial,” terang Siti.

Menteri LHK pada periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi itu juga menyampaikan, bahwa dirinya untuk meminta izin kepada Presiden, karena media suka menanyakan soal LHK. “Tadi saya bilang,  “Bapak mohon izin apakah boleh saya sebutkan gitu kepada teman-teman pers”. Kata Pak Presiden, oke buat Bu Siti khusus boleh disebutin, bahwa ada kewajiban penugasan untuk melanjutkan tugas-tugas yang harus diselesaikan,” terang Siti Nurbaya.

Masukkan kata kunci...

Social Links