Realisasi APBN Hingga Oktober 2019 Masih Defisit Rp 289,1 Triliun

Rojaul | Nasional | 18 November 2019 | 33
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Menggelar Jumpa Pers Mengenai Realisasi APBN 2019

Jurnaljateng.com, - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan telah terjadi defisit anggaran hingga Oktober 2019 mencapai mencapai Rp 289,1 Triliun atau  cenderung lebih dalam dibandingkan  dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Oktober 2018) yang hanya mencapai Rp 237 triliun atau 1,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Hingga Oktober 2018, defisit APBN mencapai Rp 289,1 triliun atau sebesar 1,80 persen terhadap GDP," kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Menurut Sri Mulyani, dalamnya defisit  APBN hingga Oktober 2019 ini diantaranya disebabkan  terjadinya tekanan pertumbuhan pendapatan negara khususnya di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya yang terjadi pada sektor minyak dan gas atau  migas.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa terjadinya kenaikan defisit tersebut terjadi karena penerimaan khususnya migas PNBP baik pajak maupun PNBP serta penerimaan pajak non migas itu mengalami tekanan, terutama yang terjadi pada sektor primer dan sekunder.

“Belanja negara sebenarnya juga mengalami tekanan namun tidak sedalam tekanan yang terjadi pada sisi penerimaan, realisasi belanja negara mengalami pertumbuhan sebesar 4,5 pesen atau lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 11 persen” kata Sri Mulyani kepada wartawan.

"Realisasinya mencapai Rp 1.798 triliun atau 73,1%. Untuk belanja KL sudah Rp 633,5 triliun atau 74% dari target. Realisasi belanja KL lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, sementara itu belanja non KL adalah Rp 487,6 triliun atau 62,6 persen dari target," pungkas Sri Mulyani.

Masukkan kata kunci...

Social Links